Kriya S-1

A. Pendahuluan
Kriya adalah bidang keilmuan mempelajari pengetahuan, keterampilan dan kreatifitas berkarya rupa, yang bertolak dari pendekatan medium, kepekaan estetik, kebutuhan keseharian (utiliatrian) dan mengandalkan keterampilan manual ( manual dexterity ). Hasil karya kriya diutamakan mengandung nilai keunikan konseptual, tema, imajinatif, emosional dan inderawi (visual, tactile, olfactory). Kriya juga merupakan metoda berkarya sekaligus mendesain produk yang mengutamakan nilai kualitas estetika, fungsional, keunikan, tema, makna dan pesan filosofis. Kriya di ITB lebih difokuslan pada ilmu dan keterampilan dalam menciptakan konsep, bentuk dan gaya (fashion) dalam arti luas dalam industri kreatif . Karya Kriya yang dirancang lebih bersifat eksklusif memiliki nilai tambah dalam berbagai sisi, karena dalam proses pembuatannya menghandalkan keteramplan tenagan ( handmade ). Pada tahap-tahap akhir mata kuliah studio, mahasiswa lebih diarahkan kerjasama dengan disiplin ilmu lain seperti kimia, arsitekur, interior dan manajemen. Pada konsep lain kriya dapat diproduksi ulang untuk memenuhi kebutuhan dalam jumlah banyak, namun terbatas. Produk Kriya sulit dibajak atau ditiru, karena unik dalam mengunakan material, unik dalam proses penyatuan, unik dalam sentuhan akhir karya, maka tidak ada produk satu dengan yang sama persis dan selalu dinamis.

B. Kompetensi lulusan :

•  Memiliki kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan dalam menciptakan karya-kriya kreatif yang berkualitas.
•  Terampil dan peka secara rupa (estetika) dalam mengolah material dan bentuk dalam kondisi kekinian sejalan dengan kemajuan teknologi mutakhir
•  Dapat berorientasi pada konsep originalitas dan mampu mengolah berbagai medium.
•  Mampu berorientasi pada masalah-masalah sosial sehingga memiliki prospek yang baik untuk membangun industri kecil dan menengah khususnya bidang kriya
•  Mampu menggali dan mendorong bangkitnya sikap wirusahawan dalam konteks produksi massal atau terbatas di bidang kriya
•  Mampu melihat peluang dalam mengembangkan kebutuhan produk kriya seca fungsional, ekonomi dan sosial budaya
C. Penciptaan Produk Kriya
Kekuatan produk Kriya berada pada kandungan budaya tradisional (traditional content) namun baru dalam posisi dialogis dengan perkembangan situasi dalam kerangka aspiratif masyarakat modern. Hubungan Kriya dengan Tradisi mencakup permasalahan/bidang kajian:
•  Teknologi Kriya ( Material, Produksi, Diversifikasi)
•  Proses kreasi Kriya ( Ragam hias dan Gaya )
•  Sosio-antropologi Kriya
•  Nilai-nilai keinderaan Kriya ( psychological ingredients – unsur-unsur visual , tactile , olfactory )
•  Sistem Pembelajaran dan metoda kerja Kriya
•  Budaya kria ( cultural affirmation )
•  Daya dukung alam dan pelestariannya
•  Peningkatan kualitas (sdm, sdf )
•  Ekonomi kria (produksi-pemasaran-konsumsi)
D. Prospek Kerja Lulusan
- Kriawan dibidang kriya dan fashion secara profesional dan kreatif ( trend setter, stylist , perancang bentuk dan gaya)
- Tenaga ahli di pemerintahan (kebijakan dan pengembangan Kriya Nusantara)
- Pelatih keterampilan dan pengembangan pengetahuan pada industri kriya
- Pengajar pada bidang pendidikan formal dan non formal di bidang Seni Rupa dan Kriya
- Wirausaha bidang kriya (kriya fashion, kriya interior dan kriya keseharian/ utilitarian )
- Peneliti dibidang ilmu kriya untuk pengembangan kebutukan masyarakat luas
E. Sasaran Pekerjaan
Dapat memecahkan permasalahan kria secara nasional dan Internasional dan menyangkut aspek-aspek sosial-budaya, ekonomi, ekologi, dan teknologi antara lain:
•  Pemberdayaan sumber daya manusia
•  Peningkatan kesejahteraan pelaku Kriya,
•  Meningkatkan perolehan pasar (lokal-ekspor)
•  Meningkatkan dan Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah
•  Sebagai pendukung pelestarian alam dan lingkungan
•  Peningkatan kualitas hidup manusia melaui produk kriya
•  Pemanfaatan limbah sebagai bahan baku untuk prouk kriya
•  Pengembangan dalam keragaman ungkapan tradisi di berbgai etnis Nusantara
•  Meningkatkan keberadaan tokoh-tokoh pelaku Kriya dan sentra-sentra Kriya
•  Pelatihan untuk jadi tenaga terampil dibidang kriya
F. Kontribusi Pada Ilmu pengetahuan, Teknologi , Seni dan Perkembangan Pendidikan
•  Pembentukan kelompok studi Kriya
•  Penyusunan kurikulum pendidikan tinggi Kriya sesuai dengan realitas dalam masyarakat
•  Penulisan makalah ilmiah tentang pengembangan ilmu kriya melalui jurnal
•  Meningkatan mutu produk Kriya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemberdayaan sumber daya alam dan fisik
•  Memposisikan peserta didik Kriya pada tataran dialogis lokal – global sebagai faktor penting bagi peningkatan mutu produk Kriya Nusantara
G. Jalur Pilihan
•  Kriya Tekstil
•  Kriya Keramik
Kelompok Keahlian : Kriya dan Tradisi

Konsep Kehadiran Kriya Tradisi

A = wilayah spiritual-transenden
B = wilayah antarmanusia
C = wilayah alam semesta dan lingkungan (udara,tanah, air dll.)
D = kebudayaan nonmateri (nilai, adat, religi)
E = fenomena yang mendukung hubungan A+B
F = kebudayaan material tinggi, transenden
G = kebudayaan materi keseharian

H. Kurikulum
Struktur Kurikulum Prodi Kria

I. VISI
Menjadi pusat pengkajian dan pengembangan Kriya nasional

J. Misi
•  Penguasaan dasar-dasar keKriyaan secara ilmiah
•  Pengembangan kepekaan terhadap kesenirupaan dan desain sebagai pendukung daya cipta Kriya
• Pemahaman terhadap kearifan dan kekhasan lokal pada konteks kesinambungan tradisi ( the living traditions )
•  Pembinaan kualitas Kriya
•  Pengembangan keilmuan Kriya
•  Pelestarian pelaku Kriya dan lingkungannya sebagai aset nasional

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan klik : http://www.kria.fsrd.itb.ac.id/